Kesehatan dan Kedokteran

Jahe Mengurangi Keparahan Kembung Pasca Caesar

Melahirkan secara caesar tentu sudah tidak asing lagi di kalangan ibu-ibu pada zaman sekarang. Setiap tahun, jumlah kelahiran melalui caesar dilaporkan semakin meningkat. Di Amerika, persalinan caesar menaik hingga 28% dalam tiga dekade terakhir, sementara di Indonesia sudah mencapai 10% pada hasil Riskesdas 2013 lalu. Berbagai indikasi pun bermunculan, mulai dari faktor fetus (calon bayi), faktor ibu, hingga faktor keluarga.

Harus diakui bahwa caesar menjadi favorit karena tidak adanya nyeri pada saat proses kelahiran, namun sesungguhnya terdapat cukup banyak efek ikutan yang terjadi setelah melahirkan secara caesar. Satu hal yang paling sering dikeluhkan adalah kembung pasca operasi. Kembung mungkin bukan merupakan komplikasi serius pada pasien, namun sangat sering terjadi. Hal ini dapat menyebabkan pasien tidak nyaman dan mempengaruhi kualitas hidupnya.

Sampai saat ini, belum ada agen yang terbukti untuk mencegah gejala ini. Selain anjuran mobilisasi dini dan obat laksatif, beberapa terapi alternatif juga dianjurkan untuk mengurangi kembung.

Sebuah penelitian randomize control trial di Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand, terhadap 178 ibu pasca melahirkan secara caesar yang menguji efektivitas jahe untuk mencegah kembung, kelompok ibu dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu ibu dengan kapsul jahe dan ibu dengan placebo (kapsul kosong). Hasil menunjukkan bahwa kapsul jahe tidak mampu mencegah atau mengurangi insidensi terjadinya kembung pasca caesar. Namun terapi ini secara signifikan mampu mengurangi keparahan perut kembung pada hari keempat dan membantu meningkatkan kempuan pasien untuk makan. Selain itu, pasien yang mengkonsumsi kapsul jahe juga lebih cepat bisa buang air besar pasca operasi.

jahe

Jahe sudah sejak dulu dikenal memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan – (www.planetorganic.com)

Jahe merupakan golongan rizoma yang sangat umum dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Jahe diketahui memiliki efek anti-radang, antioksidan, anti-emetik (muntah), anti-nyeri, dan anti-mikroba. Efek ini berasal dari senyawa 6-gingerol dan 6-shogaol yang merupakan komponen terbesar dari jahe. Oleh karena itu, jahe sudah digunakan untuk menurunkan hiperemesis, mual muntah pasca operasi, mual muntah akibat kemoterapi, dan meredakan nyeri atau gangguan pada sistem pencernaan.

Studi yang dirilis Nature pada 1 Mei 2018 oleh Thiantong dan Phupong ini merupakan penelitian pertama yang dilakukan secara acak pada ibu paska operasi caesar dan tidak ditemukan efek samping dari pemanfaatan jahe. Hasil studi ini menjadi dasar untuk menggunakan jahe sebagai alternatif dalam mengurangi keparahan kembung pada ibu secara aman, murah dan mudah.

Sumber: Thiantong W dan Phupong V. A randomized, double-blind, placebo-controlled trial on the efcacy of ginger in the prevention of abdominal distention in post cesarean section patients. Scientific reports Nature. 2018. 8:6835

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s