Ilmu-Ilmu Biologi

Kehidupan setelah Kematian

Apakah kematian benar-benar berarti akhir dari eksistensi kita? Berbagai tinjauan filosofis mungkin memiliki pendapatnya masing-masing. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada satu aspek dari kehidupan yang berlanjut setelah kematian; adalah gen yang masih tetap aktif hingga beberapa hari setelah kematian.

Gen merupakan satu-satunya bagian tubuh kita yang masih aktif setelah kematian

Gen merupakan satu-satunya bagian tubuh kita yang masih aktif setelah kematian. (Koleksi Gambar SFARI gene)

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hunter, dkk. utamanya bertujuan untuk menentukan waktu kematian yang akurat dengan menggunakan analisis ekspresi gen pada dua hewan coba, ikan zebra dan tikus. Pada investigasi kasus kriminal, kondisi badan pasca kematian indikator biologi, kimia dan fisik dapat digunakan untuk membantu menentukan waktu kematian, namun tidak akurat.

Namun, selain berhasil memberikan prediksi waktu kematian yang akurat, penelitian ini juga mampu menunjukkan kematian tidak segera menghentikan aktivitas gen; sebaliknya, ratusan gen justru mengalami peningkatan aktivitas dalam 24 jam pertama setelah kematian, walaupun kemudian menurun. Bahkan, pada ikan zebra, aktivitas gen masih dapat bertahan hingga 4 hari kemudian.

Hasil penelitian berupa formula prediksi waktu kematian ini menunjukkan hubungan antara akumulasi gen yang mengalami peningkatan aktivitas dan suatu turunan koefisien hasil dari analisis ribuan data gen. Tidak semua gen berperan dalam memprediksi waktu kematian, ditemukan bahwa ada 11 gen ikan zebra dan 14 gen pada tikus yang memberikan prediksi terbaiknya. Sampel yang digunakan berasal dari jaringan otak dan hati dari kedua hewan. Analisis menunjukkan gen dari jaringan hati lebih reliabel dalam memprediksi waktu kematian, meskipun kebanyakan gen yang masih aktif berada di jaringan otak.

Hal yang juga mengejutkan adalah adanya beberapa gen pertumbuhan yang aktif setelah kematian. Gen ini sebenarnya berfungsi untuk membentuk embrio dan tidak lagi diperlukan setelah kelahiran. Sebuah penjelasan yang paling memungkinkan menurut peneliti adalah kondisi sel pada tubuh yang baru saja meninggal memiliki kesamaan dengan kondisi di embrio.

Peneliti juga menemukan adanya beberapa gen potensi kanker yang menjadi semakin aktif. Hasil ini mengkonfirmasi beberapa kejadian kanker pada orang-orang yang menerima transplantasi organ dari orang yang baru saja meninggal. Riset mendalam mengenai aktivitas gen pada organ yang akan ditransplantasi masih sedang berjalan guna mengetahui kualitas dari organ.

Penelitian ini mengungkap banyak hal yang dapat menjadi dasar untuk perkembangan ilmu forensik di masa depan, prediksi kualitas hidup dari resipien organ transplantasi dan tentunya berbagai informasi mengenai aktivitas gen yang mungkin dapat menjelaskan perjalanan penyakit dari manusia. Namun, satu yang patut disadari adalah ada banyak hal tentang kehidupan yang dapat kita ketahui dengan mempelajari kematian.

Sumber: Hunter M, Pozhitkovb A, Noble P. Accurate predictions of postmortem interval using linear regression analyses of gene meter expression data. Forensic Science International 275 (2017) 90–101

3 replies »

  1. Excellent article, it is just my personal belief but I have long believed that full death, full transformation from living to dead takes between 42-72 hours. I am going to reblog this article for you, it is a very good read.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s