Kesehatan dan Kedokteran

Olahraga Bisa Turunkan Rasa Sakit dan Kecemasan saat Vaksinasi HPV

Human Papiloma Virus (HVP) dapat menginfeksi jaringan kulit atau sel-sel mukosa dan menyebabkan kanker faring dan kelamin (kanker serviks pada wanita dan kanker penis pada pria). Terdapat sekitar 100 varian HPV yang sudah teridentifikasi dan dua diantaranya, HPV 16 dan 18, merupakan varian yang paling umum ditemukan dan penyebab dari 70% kasus kanker serviks di dunia. WHO telah menghimbau agar tiap negara dapat menjalankan program vaksinasi HPV secara masal pada anak usia remaja (> 18 tahun). Akan tetapi cakupan vaksinasi HPV masih tergolong rendah. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab hal tersebut adalah rasa sakit dan tidak nyaman serta kekhawatiran akan efek samping pasca vaksinasi. Vaksinasi HPV diberikan melalui injeksi di lengan bagian atas. Pasca vaksinasi seringkali meninggalkan rasa sakit, kemerahan hingga bengkak. Selain itu, metode injeksi mengakibatkan anak mengalami rasa takut dan cemas selama vaksinasi berlangsung terutama saat vaksinasi dilakukan secara masal seperti di sekolah. Di sisi lain, vaksinasi masal di sekolah merupakan cara yang efektif untuk dapat menjangkau anak-anak usia sekolah untuk mendapatkan vaksinasi.

Beberapa metode direkomendasikan untuk mengurangi rasa tidak nyaman selama vaksinasi berlangsung, seperti distraksi menggunakan video dan musik hingga edukasi sebelum pemberian vaksinasi, namun sebagian besar menyasar kepada kelompok balita, bukan usia sekolah. Olah raga diketahui memiliki efek terhadap peningkatan kerja sistem imun, analgesik dan dapat menurunkan tingkat stres. Mengetahui hal tersebut, Lee, dkk dari Sydney University menyatakan bahwa olah raga berpotensi untuk untuk mengurangi rasa sakit dan cemas saat vaksinasi berlangsung. Untuk membuktikan hal tersebut, mereka melakukan studi terhadap anak laki-laki dan perempuan usia 11-13 tahun di dua sekolah yang mengikuti program vaksinasi HPV masal di Sydney bagian barat. Sekitar 116 anak mendapatkan vaksinasi HPV. Sebelumnya, mereka melakukan tiga jenis gerakan badan bagian atas selama 30 detik dan istirahat selama 30 detik sebanyak 5 set dengan bantuan resistance band, sebuah alat berupa karet untuk membantu olahraga. Sebagai pembanding terdapat group kontrol yang tidak melakukan olah raga. Setelah vaksinasi berlangsung, anak-anak tersebut diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat rasa sakit, kecemasan dan rasa takut yang dirasakan selama vaksinasi. Lee, dkk. berhipotesis bahwa olah raga dapat menurunkan rasa sakit, kecemasan dan rasa takut saat vaksinasi berlangsung.

Hasil studi ini menunjukkan anak perempuan lebih sensitif terhadap rasa sakit dan perasaan takut dibandingkan anak laki-laki, namun aktivitas fisik yang dilakukan sebelum vaksinasi dapat menurunkan tingkat rasa sakit dan perasaan takut yang dirasakan anak perempuan menjadi setara dengan tingkatan rasa sakit anak laki-laki. Efek analgesik dan pereda stres dari latihan yang dilakukan secara signifikan muncul pada anak perempuan tetapi tidak pada anak laki-laki. Laki-laki memiliki tingkat toleransi terhadap rasa takut dan cemas yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang dapat muncul karena ada perbedaan peran gender (psikososial) atau muncul karena ada perbedaan tingkat hormon seksual, dan tingkat respons terhadap rasa sakit (biologis). Sementara itu, dampak olah raga terhadap rasa takut tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Lee, dkk. menegaskan  bahwa bias dapat terjadi dari terjemahan rasa takut dan kecemasan yang peserta rasakan dan pengukuran dua indikator tersebut dilakukan bersamaan.

Berdasarkan hasil yang ada, disimpulkan bahwa olah raga memberikan dampak positif untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan selama vaksinasi HPV terutama bagi anak perempuan. Terlihat bahwa olah raga yang dilakukan tidaklah sulit untuk diterapkan terutama dalam kondisi lingkungan sekolah dan pada dasarnya memberikan manfaat bagi kesehatan, maka olah raga dalam interval tertentu sangat diajurkan untuk dilakukan sebelum vaksinasi dilakukan.

Di Indonesia, vaksinasi HPV masal di sekolah mulai dilakukan sejak tahun 2016 di beberapa kota seperti Jakarta dan Yogyakarta, kedepannya perluasan program vaksinasi HPV masal di sekolah-sekolah berbagai daerah akan dilakukan dan penambahan aktifitas olah raga sebelum vaksinasi sangat mungkin untuk dilakukan sehingga rasa tidak nyaman saat vaksinasi dapat diturunkan dan kegiatan vaksinasi masal di sekolah menjadi semakin menarik bagi anak-anak.

Sumber: Lee VY, Booy R, Skinner R, Edwards KM. The effect of exercise on vaccine-related pain, anxiety and fear during HPV vaccinations in adolescents. Vaccine 2018: 36; 3254-3259

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s