Kesehatan dan Kedokteran

Vaksin HIV akan segera Diujicobakan pada Manusia

Semenjak terinfeksi dari simpanse pada 100 tahun yang lalu, virus HIV telah berkembang menjadi salah satu virus yang paling aktif berevolusi dalam menginfeksi manusia. Banyaknya variasi dari virus inilah yang menjadikan pengembangan vaksin menemui tantangan yang belum terpecahkan dalam beberapa dekade terakhir.

Sebenarnya, beberapa tahun lalu, peneliti telah menemukan banyak antibodi yang kuat dan alami yang mampu mencegah perkembangan berbagai varian virus HIV hingga 50%. Namun, antibodi tersebut hanya bertahan hingga beberapa tahun setelah infeksi. Berdasarkan berbagai mekanisme inilah, Peter Kwong, ketua peneliti vaksin di National Institute of Allergy and Infectious Disease, berusaha memfokuskan pada beberapa antibodi yang memiliki efek besar dalam menetralisir berbagai varian virus HIV.

Vaksin, seperti yang kita ketahui dapat terbentuk dari berbagai modalitas, seperti vaksin hidup yang terbentuk dari pelemahan bakteri penyebab penyakit, vaksin mati yang terbentuk dari bakteri atau virus yang di-non-aktifkan, vaksin rekombinan yang terbentuk dari protein bakteri atau virus dan beberapa jenis vaksin yang terbentuk dari modifikasi protein maupun tiruan antibodi.

Pada penelitian ini, peneliti mengkombinasikan beberapa model vaksin. Peneliti mengawali dengan mengisolasi antibodi dari pasien-pasien yang terjangkit HIV. Tujuannya adalah menganalisis struktur antibodi dan menggambarkan lokasi-lokasi target untuk menetralisir virus.

Dari hasil analisis, diketahui bahwa fusion peptide, sebuah struktur di mana lebih dari dua protein bergabung menjadi satu, merupakan komponen yang paling kritis dalam menggambarkan respon imun infeksi HIV, dan diketahui pula bahwa antibodi ini bekerja di pintu masuknya virus, yaitu pembungkus virus. Temuan ini menjadi dasar darivaksin yang akan dikembangkan.

diagram ilustrasi fusion peptide

Diagram Ilustrasi Fusion Peptide

Selanjutnya, tim peneliti membentuk cikal bakal vaksin, yaitu suatu protein yang didesain untuk mengaktifkan respon imun yang bernama imunogen. Berbagai jenis imunogen dibentuk dalam sediaan injeksi (suntikan) ini lantas diujicobakan pada tikus model. Imunogen yang memunculkan respon imun paling kuat (dengan membandingkan dengan respon dari replika virus HIV) lantas dikombinasikan dengan beberapa protein tambahan hingga akhirnya terbentuk vaksin. Vaksin inilah yang diujikan ke hewan coba monyet dan marmot. Hasil yang diperoleh juga memunculkan antibodi seperti pada hasil uji pada tikus. Hal ini menunjukkan bahwa vaksin permulaan tersebut dapat berfungsi pada beberapa spesies.

Hingga saat ini, peneliti yang berasal dari multi disiplin ilmu di Amerika Serikat, sedang melakukan peningkatan performa pada sediaan vaksin, seperti membuatnya semakin kuat dan mampu bertahan lebih lama. Kwong dkk. mencanangkan pada pertengahan 2019 mendatang, sediaan vaksin ini dapat masuk pada uji coba manusia, yang tentunya dengan pengawasan ketat.

Selain itu, oleh karena virus ini pertama kali ditularkan oleh monyet, peneliti juga melakukan isolasi tambahan pada antibodi yang dihasilkan oleh monyet, untuk mencegah infeksi HIV lain dari versi monyet. Selanjutnya, mungkin antibodi ini akan dikombinasikan dengan vaksin HIV untuk manusia.

Riset ini menjadi suatu hal yang sangat fundamental untuk perkembangan ilmu mengenai HIV. Hingga saat ini HIV masih belum memiliki pengobatan yang benar-benar menyembuhkan, ARV (anti-retroviral) yang ada saat ini hanya mampu mengendalikan penyakit. Meskipun pencegahan memang hal yang utama dalam manajemen HIV ini, namun dengan adanya vaksin, berbagai profesi yang berisiko seperti tenaga kesehatan, dapat terselamatkan.

Sumber:
Kai Xu, Priyamvada Acharya, Rui Kong, Cheng Cheng, Gwo-Yu Chuang, Kevin Liu, et al. Epitope-based vaccine design yields fusion peptide-directed antibodies that neutralize diverse strains of HIV-1.Epitope-based vaccine design yields fusion peptide-directed antibodies that neutralize diverse strains of HIV-1. Nature Medicine. 2018

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s