Ilmu-Ilmu Biologi

Sulit Fokus, Tanda Penuaan pada Otak

Usia tua tampaknya lebih mudah terdistraksi oleh hal-hal yang tidak relevan dibandingkan dengan usia muda ketika mereka mengalami stress atau terlibat dalam suatu emosi yang kuat.

Seperti dilansir dari laman USC News, sebuah studi yang dilaksanakan oleh University of Southern California menyatakan perhatian yang singkat dari para lanjut usia ini berhubungan dengan locus coeruleus, sebuah regio kecil dari batang otak yang menghubungkan berbagai jaringan di dalam otak. Locus coeroleus membantu otak untuk fokus beraktivitas dalam periode stress atau kondisi emosi menggebu-gebu.

Mara Mather, seorang ahli memori di USC, menyatakan bahwa peningkatan distraksi dalam mengerjakan suatu hal adalah tanda dari otak yang semakin menua. Penelitiannya menemukan bahwa distraksi ini terjadi karena kemampuan dari inti locus coeruleus untuk meningkatkan fokus berkurang oleh waktu.

Mara menjelaskan bahwa pada anak muda, semakin ia berusaha keras untuk menyelesaikan sebuah tugas, semakin meningkat emosinya. Kondisi ini menyebabkan kemampuan mereka semakin meningkat dalam mengabaikan informasi yang tidak relevan. Namun, pada usia lanjut, berusaha keras akan membuat apa yang mereka coba fokuskan sama kuatnya dengan fokus yang mereka berikan untuk informasi lain yang tidak sesuai.

Sebagai contoh, jika seorang dewasa tua dan dewasa muda sedang mengambil tes memori di ruang dokter, mereka akan berusaha keras untuk fokus. Namun, dewasa tua akan lebih mudah terdistraksi oleh pikiran lain atau suara-suara lingkungan.

Peran Besar Locus Coeruleus
Locus coeruleus yang berhubungan dengan banyak bagian otak ini mengontrol pengeluaran dari hormone norepinefrin, hormon yang mempengaruhi atensi, memori dan kewaspadaan. Secara normal, norepinefrin meningkatkan aktivitas saraf spesifik, sehingga saraf yang sedang memiliki aktivitas tinggi akan semakin kuat, sementara yang kurang aktif akan semakin tertekan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Nature Human Behavior, peneliti menguji hubungan antara kondisi emosi dan fokus pada 28 dewasa muda dan 24 dewasa tua dengan menggunakan scan otak (untuk mengukur aktivitas locus coeruleus). Penelitian ini dilakukan dalam dua kondisi, yaitu dalam keadaan takut (peserta diwanti-wanti akan diberikan kejut listrik pada saat atau setelah uji) dan tidak. Bukti dari peserta berada pada rasa takut adalah adanya dilatasi pupil yang lebih besar dan berkeringat.

Pada saat discan, seluruh peserta ditunjukkan beberapa pasang foto, sebuah foto tentang bangunan dan lainnya tentang sebuah objek. Gambar-gambar itu dimanipulasi sehingga kadang gambar bangunan lebih jelas tampak sementara gambar objeknya redup, kadang sebaliknya. Pada setiap pasang gambar, peserta harus menunjukkan mana gambar yang lebih jelas. Uji gambar ini bertujuan untuk mengaktifkan bagian parahipokampus otak; sebuah area yang akan menjadi aktif ketika seseorang melihat gambar tempat.

Hasil scan otak (fMRI) menunjukkan bahwa pada dewasa muda yang berada dibawah ketakutan, aktivitas parahipokampus meningkat ketika mereka melihat gambar yang jelas dan menurun ketika melihat gambar yang redup. Jalur ini dipengaruhi oleh locus coeruleus, parahipokampus dan jaringan otak bagian depan; sebuah sistem yang bertanggung jawab untuk memperhatikan apa yang harus diperhatikan dan mengabaikan apa yang menginterupsi. Hal ini membuat mereka menerima informasi dengan lebih efektif.

Ilustrasi lalur informasi pada dewasa tua dan muda. Pada dewasa tua terdapat jalur informasi yang terganggu.

Sementara, pada dewasa tua yang berada dalam ketakutan, gambaran scan otak menunjukkan aktivitas yang sama ketika melihat gambar yang jelas maupun yang redup. Sistem dalam otak mereka tampaknya tidak lagi mampu merespon sinyal dari locus coeruleus.

Penelitian ini memberikan informasi tambahan dalam penentuan organ-organ yang berpengaruh terhadap Alzheimer dan demensia.

Sumber:

Newcomb B. Why people become more prone to distraction with age. USC News

Lee T, Greening  S, Ueno T, Clewett D, Ponzio A, Sakaki M, Mather M. Arousal increases neural gain via the locus coeruleus–noradrenaline system in younger adults but not in older adultsArousal increases neural gain via the locus coeruleus–noradrenaline system in younger adults but not in older adults. NATURE HUMAN BEHAVIOUR | VOL 2 | MAY 2018 | 356–366

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s