Bumi dan Lingkungan

El Nino: dibalik sukses penurunan kebakaran hutan Indonesia

Kebakaran hutan di Indonesia sempat menjadi isu yang sangat mengganggu dalam beberapa dekade terutama pasca reformasi, tentunya karena isu lingkungan dimana banyak sekali keanekaragaman hayati vital yang hilang dari kebakaran hutan tropis. Tapi langkah nyata yang diambil pemerintahan Indonesia terjadi bukan karena faktor tersebut, melainkan karena tekanan negara tetangga dan organisasi dunia.

Kebakaran hutan Indonesia terjadi akibat pengaruh manusia yang menggunakan praktik membakar hutan untuk membuka lahan yang kemudian dijadikan perkebunan kelapa sawit. Puncak ketegangan terjadi pada tahun 2015 dimana kebakaran hutan Indonesia mencapai areal seluas 4 kali pulau Bali. Mengganggu penerbangan dan kesehatan sampai ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Hal ini direspon secara cepat oleh pemerintah melalui pembentukan Badan Restorasi Gambut dan berbagai kebijakan dan penegakan hukum dibidang Kehutanan. Hasilnya sejak 2015 hingga 2017 telah terjadi penurunan hotspot (titik api) sebanyak 88% menurut klaim pemerintah berdasarkan data NOAA (National Oceanic and Armosphere Administration)

Tapi selain melihat dari sudut pandang kebijakan dan sosial, kebakaran hutan tropis Indonesia sangat terpengeruh oleh faktor alam, yaitu fenomena iklim global bernama El Nino.

El Nino adalah kejadian gangguan iklim yang diakibatkan oleh peningkatan temperatur permukaan laut (Sea Surface Temperature) di Samudera Pasifik Timur. El Nino sendiri terjadi akibat perubahan angin pasat, dimana dalam dalam keadaan normal berhembus dari arah timur (daerah sub-tropis) menuju barat (sekitar khatulistiwa), namun pada periode tertentu (2-7 tahun) terjadi anomali di mana angin pasat berhembus dari barat (daerah subtropis) menuju timur (sekitar khatulistiwa) sehingga air hangat Samudera Pasifik berkumpul disebelah timur samudera.

Gambaran Arah Arus El Nino (Sumber: Nasa.gov)

El Nino mengakibatkan pembentukan kolam panas di samudera pasifik yang sangat mempengaruhi keadaan atmosfer global terutama curah hujan di Indonesia dan Amerika Selatan. Kolam panas tersebut mendorong tingginya pembentukan awan hujan yang sangat besar di areal tersebut yang kemudian akan jatuh di Amerika Selatan. Pada waktu yang bersamaan hal ini mengakibatkan Indonesia menjadi sangat kering karena uap air sudah tertarik menjadi awan hujan di Samudera Pasifik.

Yang lebih menarik lagi bahwa fakta El Nino sangatlah berkaitan dengan kebakaran hutan Indonesia. Sering sekali kebakaran hutan Indonesia yang tak terkendali terjadi di tahun terjadinya El Nino.

Sebagai contoh pada tahun 2015 dinyatakan sebagai tahun dengan El Nino sangat kuat menurut perhitungan Ocean Nino Index (ONI), hal ini bertepatan dengan kejadian kebakaran hutan besar yang terjadi di Indonesia pada tahun 2015.

Sedangkan pada tahun 2016 dan 2017 dimana terjadi penurunan titik api secara drastis dinyatakan sebagai tahun La Nina lemah. La Nina sendiri merupakan fenomena iklim yang berkebalikan dengan El Nino, fenomena ini mengakibatkan Indonesia mengalamin intensi hujan yang lebih tinggi.

Meskipun fenomena El Nino sudah sangat banyak diteliti, fenomena ini masih saja tidak bisa diprediksi dengan akurat. Tidak ada yang dapat memastikan kapan El Nino yang sangat kuat akan terjadi lagi. Beberapa model maupun ensemble model masih belum cukup untuk menentukan kapan kejadian El Nino berikutnya.

Sehingga sangat menarik untuk melihat apakah kebijakan yang sudah diambil pemerintah Indonesia sudah benar-benar dapat menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan Indonesia.

Sumber:

Lyne Jenner. El Nino Brought Drought and Fire to Indonesia. nasa.gov

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s