Kesehatan dan Kedokteran

Stress pada Anak dan Remaja Pengaruhi Perkembangan Otaknya

Remaja merupakan masa kritis dalam perkembangan manusia, sebab pada tahap ini ada berbagai jenis perubahan biologis yang dapat memodifikasi perkembangan otak. Stress pada awal kehidupan maupun tengah kehidupan dapat berujung pada perubahan kecepatan maturasi otak ataupun volume otak. Karin Roelofs, seorang professor di bidang psikopatologi Radboud University Nijmegen, melakukan studi jangka panjang dengan menggunakan 37 subjek (15 laki-laki) yang dimonitor selama hampir 20 tahun.

Penelitian ini dibagi menjadi 2 waktu, yaitu balita (0 – 5 tahun) dan remaja (14 – 17 tahun). Pada balita, penilaian stress dilakukan setiap 2 tahun sekali, lantas pada usia 14 tahun dilakukan scan otak. Selanjutya, pada saat remaja penilaian stress dilakukan pada usia 17 tahun bersamaan dengan scan otaknya.

stress-in-children-1280x626

Stress pada Anak berakibat Jangka Panjang (Sumber Gambar: https://cehdvision2020.umn.edu)

Stress dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu stress yang terjadi karena pengalaman pribadi seperti sakit, perceraian orang tua, kematian orang terdekat, perubahan pola makan (oleh karena kehidupan ekonomi) dinilai pada usia 0 – 5 tahun dan stress yang terjadi karena pengaruh lingkungan seperti rendah diri di sekolah, hubungan sosial dengan teman, bullying, dinilai pada usia 14 – 17 tahun. Selain itu, peneliti juga menilai waktu bermain anak, interaksi anak dengan orang tua, teman sepermainan dan teman sekolahnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa stress di awal kehidupan secara signifikan menunjukkan penurunan volume grey matter (bagian abu dari otak yang merupakan komponen mayor dari sistem saraf) dan juga disebutkan kehilangan fleksibilitas otaknya. Sementara pada subjek yang mengalami stress pada masa remaja, kondisi ini hanya menunjukkan penurunan volume grey matter di beberapa regio.

Volume otak ini penting dalam menentukan proses pematangan otak. Pada saat remaja, otak kita memang mengalami proses pemangkasan volume alami yang bertujuan untuk membentuk jaringan saraf yang lebih efisien sehingga otak dapat lebih matur. Namun, adanya stress pada awal kehidupan menyebabkan proses ini menjadi lebih cepat.

Stress mengaktivasi produksi hormon glukokortikoid yang dapat mempengaruhi distribusi reseptor di otak, utamanya di daerah yang sensitif terhadap stress yaitu otak bagian depan (prefrontal cortex), area memori (hippocampus) dan area emosi (amygdala). Daerah-daerah ini rentan pada masa remaja, sehingga pada saat terjadi peningkatan hormone stres (glukokortikoid), efek toksik dari hormon glukokortikoid menyebabkan kematian sel otak, sehingga terjadi penurunan volume grey matter.

Proses yang lebih cepat ini dapat menyebabkan percepatan pematangan otak yang tidak merata saat remaja, yaitu hanya di regio prefrontal cortex dan amygdala saat remaja. Hal ini menyebabkan otak menjadi kaku dan sulit menyesuaikan dengan keadaan secara fleksibel yang berisiko tinggi pada gangguan mental.

Kejadian sebaliknya terjadi pada subjek yang mengalami stress pada saat remaja. Remaja yang seharusnya mengalami proses penurunan volume otak yang alami ini menjadi terganggu, karena stress menghambat proses pematangan otak, utamanya area hipokampus dan bagian lain dari prefrontal cortex. Hal ini menyebabkan, remaja ini berisiko memiliki sikap antisosial.

Meskipun penelitian ini masih memerlukan studi lanjutan untuk mengetahui kerentanan dari subjek yang terpapar stress pada fase yang berbeda serta perlu adanya studi untuk menilai pengaruh dukungan yang diberikan dari keluarga untuk mengahadapi stress pada anak. Namun penelitian ini telah menunjukkan bahwa stress pada berbagai usia kehidupan sangat mempengaruhi perkembangan otak yang juga berperan penting dalam mengontrol emosi.

Sumber:

Tyborowska A, Volman I, Niermann H, Pouwels L, Smeekens S, Cillessen A, Toni I, Roelof K. 2018. Early-life and pubertal stress diferentially modulate grey matter development in human adolescents. Scientific Reports. 8:9201

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s