Kesehatan dan Kedokteran

Menurunkan Risiko Diabetes sejak Usia Dini

Diabetes kini sudah menjadi masalah global. Prevalensinya meningkat dari 108 juta penyandang diabetes pada tahun 1980 menjadi 422 juta pada tahun 2014. Hampir seluruh kasus (85 – 95%) diabetes pada dewasa adalah diabetes tipe 2.

Obesitas merupakan faktor risiko yang berperan sangat penting dalam meningkatnya prevalensi diabetes dan beberapa penyakit tidak menular lainnya. Gangguan hormon insulin yang terjadi akibat peningkatan indeks massa tubuh ini menjadi alasan dari kuatnya pengaruh obesitas terhadap diabetes tipe 2, jenis diabetes yang terjadi karena resistensi insulin.

Kelebihan berat badan, baik pada anak maupun dewasa tentu tidak akan ada baiknya. Meskipun telah diketahui bersama bahwa perubahan gaya hidup, seperti modifikasi makanan dan olahraga dapat secara signifikan mengurangi berat badan dan risiko diabetes, namun penelitian tentang kapan seharusnya menurunkan berat badan yang tepat masih belum terinformasikan.

15156694491514887984obesity-min

Obesitas paling mudah dinilai dengan mengukur lingkar pinggang. (Sumber: asianmeditour.com)

Saat ini, sebuah studi retrospektif terbaru di Denmark yang melibatkan 62.565 peserta laki-laki (data dari Sekolah Kopenhagen (Copenhagen School Health Record Register) yang kemudian diintegrasikan dengan Register Pasien Nasional) menunjukkan waktu untuk menurunkan berat badan yang paling tepat serta hubungannya terhadap risiko diabetes tipe 2.

Bjerregaard, dkk. menemukan bahwa pada berbagai tingkat keparahan penyakit diabetes, peserta yang terdiagnosis diabetes pada usia 30 – 60 tahun memiliki hubungan yang positif dengan kelebihan berat badan sejak usia 7 tahun.

Lebih lanjut peneliti menjabarkan bahwa laki-laki yang mengalami kelebihan berat badan sejak usia 7 tahun dan bertahan hingga usia dewasa muda (17 – 26 tahun) memiliki risiko terbesar untuk mengidap diabetes tipe 2. Seseorang yang mengalami kelebihan berat badan sejak usia 13 tahun hingga dewasa juga memiliki risiko yang lebih besar daripada yang tidak mengalami kelebihan berat badan, walaupun masih lebih rendah dari seseorang yang sudah kelebihan berat badan sejak muda.

Sementara, seseorang yang mengalami kelebihan berat badan pada usia 7 tahun namun sudah berhasil menurunkan berat badan sebelum usia 13 tahun dan mampu menjaga berat badannya hingga dewasa, memiliki risiko terkena diabetes yang sama dengan seseorang yang tidak pernah mengalami kelebihan berat badan.

Studi ini memberikan sebuah gambaran bahwa faktor risiko kunci jika dapat dieliminasi pada saat yang tepat, mampu meminimalkan risiko diabetes. Masa-masa yang tepat disini maksudnya adalah masa pubertas, yang didefinisikan sebagai masa-masa kritis dari risiko diabetes. Namun, studi yang baru terbatas pada laki-laki ini belum dapat digeneralisasi, oleh karena perempuan memiliki usia pubertas yang lebih cepat.

Meskipun usia terbaik menurunkan berat badan pada anak adalah sebelum usia 13 tahun, namun pada usia berapapun, menurunkan berat badan hingga ideal selalu memberikan hasil yang baik untuk kesehatan.

 

Sumber:

Daniel S. Hsia and Steven B. Heymsfeld. 2018. Reducing diabetes risk at an early age. Nature Medicine. VOL 24 | JUNE 2018 | 703–710

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s