Kesehatan dan Kedokteran

Menyanyi mampu Memperbaiki Gejala Parkinson

Menyanyi ternyata tidak hanya menumbuhkan rasa bahagia namun juga mampu membantu mengontrol otot pernapasan dan menelan pada penderita Parkinson. Diketahui bersama bahwa kegagalan fungsi dari dua otot ini yang menjadi penyebab utama kematian pada penderita Parkinson.

Hasil studi awalan (pilot project) yang dilakukan oleh peneliti dari Iowa State University menunjukkan adanya peningkatan mood dan kemampuan motorik dengan menyanyi. Selain itu, terdapat pula penurunan indikator stress pada penderita Parkinson setelah terapi menyanyi. Elizabeth Stegemoller sebagai peneliti utama menyatakan bahwa hasil riset ini memang masih berupa data awalan, namun respon perbaikan gejala yang dialami peserta memberikan sinyal yang sangat positif bahkan hasilnya bisa setara dengan manfaat dari minum obat.

Penelitian yang telah dipresentasikan pada konferensi Society for Neuroscience 2018, menyatakan bahwa evaluasi yang dilakukan setelah peserta meninggalkan kelompok menyanyi masih tetap menunjukkan peningkatan setiap minggunya. Beberapa gejala juga menunjukkan perbaikan, seperti saat mengetukkan jari dan melangkahkan kaki. Perbaikan juga bahkan dirasakan pada pasien yang belum mendapatkan respon dari pengobatan (baru memulai terapi).

Peserta penelitian mengikuti instruksi menyanyi dari Elizabeth Stegemoller

Selain menilai dari gejala yang tampak, Stegemoller juga mengukur denyut nadi, tekanan darah dan level hormon kortisol dari 27 peserta sebelum dan sesudah terapi menyanyi. Hasilnya ketiga parameter ini berkurang setelah peserta mendapat terapi menyanyi. Meskipun masih belum signifikan secara statistik, namun data menunjukkan bahwa peserta menjadi lebih tenang dan bahagia.

Peserta tidak diwajibkan memiliki kemampuan menyanyi. Fokus dari riset ini adalah untuk meningkatkan volume suara, kemampuan berbicara, kemampuan menelan, keteraturan napas dan tentunya memperbaiki kondisi emosi penderita.

Bagaimana menyanyi dapat memperbaiki gejala Parkinson?
Hingga saat ini, peneliti masih mengeksplorasi mekanisme yang membuat menyanyi dapat membantu terapi Parkinson. Analisa terhadap sampel darah untuk mengukur kadar oksitosin, perubahan inflamasi otak dan neuroplastisitas menjadi indikator yang sangat penting untuk menentukan apakah ketiga faktor tersebut mampu menjelaskan manfaat dari menyanyi. Adanya data penurunan hormon ‘stress’ kortisol setelah menyanyi mengisyaratkan bahwa adanya perubahan pada hormon ‘kebahagiaan’ oksitosin.

Gambaran terapi menyanyi pada sekelompok pasien Parkinson

Sebagai penutup, tim peneliti sudah menegaskan bahwa menyanyi memiliki potensi terapi yang sangat baik untuk meningkatkan respon motorik, menurunkan stress dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Hal lain yang membuat terapi ini istimewa adalah mudah dilakukan dan biayanya sangat terjangkau (bahkan bisa gratis jika melakukannya sendiri di rumah).

Untuk gambaran terapi menyanyi yang lebih detail dapat dilihat pada YouTube Building strength through song.

Sumber:
Stegemöller EL, et al., Effects of singing on voice, respiratory control and quality of life in persons with Parkinson’s disease.Effects of singing on voice, respiratory control and quality of life in persons with Parkinson’s disease.  Disabil Rehabil. 2017 Mar;39(6):594-600

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s