Bumi dan Lingkungan

Pemanasan Laut Terjadi Lebih Cepat

Aktivitas manusia menyebabkan ketidakseimbangan energi pada sistem iklim bumi. Sekitar 93%  energi ini terakumulasi di laut dan menyebabkan kenaikan panas di dalam laut. Meskipun, variasi internal dari isi laut dapat mempengaruhi kondisi panas ini, namun efeknya tidak signifikan jika dibandingkan dengan efek dari manusia. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan temperatur laut dengan cepat pada beberapa dekade terakhir. Menghangatnya suhu laut ini berkontribusi erat dengan peningkatan intensitas hujan, kenaikan level laut, kerusakan batu karang, penurunan kadar oksigen laut, dan penurunan luas daerah yang tertutup es di kutub.

Berbeda dengan temperatur di daratan, temperatur laut sama sekali tidak terpengaruh oleh fenomena alam seperti El Nino atau erupsi gunung api, sehingga memanasnya suhu laut menjadi indikator kritis perubahan iklim; bukti nyata pemanasan global akibat efek rumah kaca.

Para peneliti yang tergabung dalam Couple Model Intercomparison Project 5 (CMIP5) memprediksi jika tidak ada usaha yang signifikan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, pada akhir abad ini, temperatur laut pada kedalaman 2000 mdpl akan meningkat hampir 1 derajat Celcius. Akibatnya, tinggi permukaan laut akan naik 30 cm dan mencairnya es kutub secara massif. Hal ini juga akan berkontribusi pada badai yang hebat dan penguapan yang ekstrim. Namun, prediksi ini sangat mungkin terjadi lebih cepat, sebab berdasarkan data temperatur laut yang dihimpun sejak 50 tahun lalu, telah terjadi akselerasi yang dimulai sejak tahun 2016. Grafik tersebut juga menunjukkan bahwa tahun 2018 menjadi tahun yang paling panas dalam sejarah, untuk saat ini. 

Secara konsisten terjadi peningkatan temperatur laut dari tahun ke tahun, peningkatan ini diperkirakan akan mengalami akselerasi terus menerus hingga tahun 2100

Hingga saat ini, para peneliti terus berusaha meningkatkan akurasi prediksi dan melakukan pengukuran  temperatur, pH, salinitas dan berbagai jenis informasi yang dipengaruhi pemanasan global. Data-data ini akan menjadi dasar yang sangat penting dalam penentuan konsensus global untuk menyelamatkan iklim bumi.

Peneliti meletakkan Argo, sebuah alat untuk memantau data temperatur, pH, dan salinitas laut pada 2000 mdpl.

Namun, tentunya setiap manusia di bumi ini tidak harus menunggu kesepakatan global untuk menentukan langkah penyelamatan masa depan bumi. Banyak hal kecil yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek rumah kaca, seperti mengurangi produksi sampah dan limbah, menurunkan emisi karbon dari kendaraan bermotor, menaikkan jumlah pohon dan hijauan, dan bahkan hanya dengan mengurangi pemakaian atau menaikkan suhu AC.

Sumber: Lijing Cheng, John Abraham, Zeke Hausfather, Kevin E. Trenberth. How fast are the oceans warming? Science, 2019

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s