Ilmu-Ilmu Fisik

Penemuan Objek yang Berperan dalam Evolusi Planet

Untuk pertama kalinya, para astronom berhasil mendeteksi sebuah benda langit dengan jari-jari 1.3 km di tepian tata surya. Benda langit ini diprediksi berusia 70 tahun. Objek yang baru teridentifikasi ini berperan sebagai langkah penting dalam pembentukan planet; berada dalam sebuah tahap yang diawali dengan penggabungan debu dan es. Proses ini akan berlanjut hingga menjadi planet yang kita lihat sekarang.

Ilustrasi Benda Langit pada Sabuk Kuiper yang Berukuran 1.3 km. Sumber Gambar:
National Astronomical Observatory of Japan Collections

Sebelumnya, mari berkenalan dengan Sabuk Kuiper (The Edgeworth-Kuiper Belt); sebuah kumpulan benda langit yang berada di luar orbit Neptunus. Benda lagi yang paling terkenal dari Sabuk Kuiper ini adalah Pluto, sebuah ‘mantan planet di tata surya’. Objek langit yang berada di Sabuk Kuiper merupakan sisa-sisa dari pembentukan tata surya. Sementara benda langit seperti asteroid yang berada di dalam tata surya sudah berubah akibat radiasi matahari, benturan benda langit, dan gravitasi antar planet; benda langit yang berada di Sabuk Kuiper mempertahankan kemurnian kondisinya sejak awal pembentukan tata surya, yaitu dingin, gelap, dan sendiri. Hal inilah yang membantu para astronom untuk mempelajari awal mula proses pembentukan planet.

Contoh Benda Langit di Sabuk Kuiper. Sumber Gambar:
2015 The Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory LLC, via http://pluto.jhuapl.edu/Participate/learn/What-We-Know.php?link=The-Kui….

Sesungguhnya, objek Sabuk Kuiper dengan radius 1 km hingga 10 kilometer sudah diketahui eksistensinya oleh ilmuwan, namun objek-objek tersebut terlalu jauh, kecil dan redup untuk dilihat secara langsung, bahkan bagi teleskop paling canggih saat ini. Oleh karena itu, Tim Peneliti dari Jepang, Ko Arimatsu, dkk. menggunakan teknik okultasi, mengamati bayangan objek saat melintasi bintang yang besar dan terang untuk mendeteksi keberadaan dan ukurannya. Menariknya, penelitian ini hanya menggunakan teleskop kecil biasa (ukuran 28 cm) yang dilakukan pada 2000 bintang selama 60 jam.

Meskipun bagian paling mencengangkan dari penelitian ini adalah bagaimana sepasang teleskop ‘amatir’ berhasil menemukan benda langit yang bahkan luput oleh teleskop canggih seperti teleskop Subaru yang berukuran 8.2 meter, namun penemuan ini menjadi informasi penting dalam penelitian proses pembentukan planet. Planet-planet kecil yang belum masuk ke tahap pertumbuhan dalam tata surya, terlebih dahulu berdiam diri di Sabuk Kuiper, sehingga para astronom kini fokus mengeksplorasi benda langit di Sabuk Kuiper yang masih belum diidentifikasi, untuk semakin mengurai tahapan evolusi planet secara detail.

Sumber: K. Arimatsu, K. Tsumura, F. Usui, Y. Shinnaka, K. Ichikawa, T. Ootsubo, T. Kotani, T. Wada, K. Nagase, J. Watanabe. A kilometre-sized Kuiper belt object discovered by stellar occultation using amateur telescopes.A kilometre-sized Kuiper belt object discovered by stellar occultation using amateur telescopes. Nature Astronomy, 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s