Ilmu-Ilmu Biologi

Belajar saat Tidur Lelap, Mungkinkah?

Belajar sambil tidur adalah mimpi dari setiap manusia. Namun, hal ini sering dianggap tidak mungkin karena pada saat tidur tentunya kesadaran dan kondisi kimiawi dari saraf kita akan berkurang, sementara kita paham bahwa kesadaran dan kondisi kimiawi otak adalah kunci dari kesuksesan belajar.

Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa tidur mampu ‘mengendapkan dan menguatkan’ memori yang kita pelajari saat kondisi sadar sebelumnya. Namun ternyata, penelitian yang dilakukan oleh Henke, dkk. menunjukkan bahwa manfaat tidur lebih dari itu.

Henke dan tim, untuk pertama kalinya, melakukan penelitian tentang pembentukan memori peserta penelitian saat tidur yang bertahan hingga mereka bangun. Penelitian ini melibatkan 41 peserta penelitian yang direkam dengan EEG (elektroensefalografi) pada saat tidur. Ketika peserta tertidur, sebanyak 40 pasang kosakata asing (kata bentukan peneliti) dan terjemahannya diputar sebanyak 3-4 kali; sebagai contoh pasangan kata “tofer : kunci”, lalu “guga : gajah”. Setelah mereka terbangun, peserta megikuti tes memori yang meminta mereka menjawab apakah kosakata asing tersebut dapat dimasukkan ke dalam kotak sepatu atau tidak. Pada saat mereka melakukan uji memori, peserta juga mengikuti pemeriksaan MRI functional untuk melihat adanya aktivitas organ hipokampus sebagai pemeran utama dalam pembentukan memori.

Ilustrasi metode penelitian yang dilakukan oleh Henke, dkk. Tim peneliti menentukan interval yang tepat untuk memasukkan kosakata baru mereka.

Hasil penelitian ini menunjukkan fenomena baru dalam proses belajar. Terbukti dengan adanya temuan para peserta mampu mengaktifkan kembali memori yang telah terbentuk saat mereka tidur. Hal ini didukung oleh jawaban yang benar dari ujian memori dan adanya keterlibatan hipokampus, yang menandakan mereka sudah memiliki memori tentang materi yang diujikan tersebut. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemberian ‘materi belajar’ saat tidur tidak mengganggu kualitas tidur dan bahkan, meskipun tidur dalam kondisi lelah juga tidak mempengaruhi proses belajar-tidur ini. Riset ini telah dipublikasikan di jurnal Current Biology.

Peneliti menjelaskan fenomena ‘belajar sambil tidur’ ini terjadi pada fase sel otak aktif atau yang kita kenal dengan “up-states”. Ketika kita mencapai fase tidur yang dalam di mana gelombang otak mulai melambat, terdapat fase sel otak yang secara progresif mengkoordinasikan aktivitasnya. Pada fase inilah sel otak aktif dan mampu memproses informasi dalam waktu singkat, kemudian masuk kembali pada fase inaktif. Oleh karena waktu yang krusial ini, peneliti memperhatikan pola gelombang otak saat tidur sebelum memutarkan materi yang akan diujikan.

Meskipun secara praktis, metode ini masih harus disederhanakan lagi dengan ‘cara belajar sambil tidur yang lebih mudah’ dan mungkin materi yang lebih kompleks, namun hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa tidur bukanlah sepenuhnya fase mental yang tidak aktif yang tidak bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Pengembangan hasil riset ini tentu mengubah pandangan kita terhadap tidur, bahwa tidur tidak lagi  dianggap membuang-buang waktu namun juga dapat dimanfaatkan untuk hal yang produktif.

Sumber: Marc Alain Züst, Simon Ruch, Roland Wiest, and Katharina Henke. Implicit Vocabulary Learning during Sleep Is Bound to Slow-Wave PeaksCurrent Biology, 2019

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s