Kesehatan dan Kedokteran

Rokok dan Alkohol berkaitan dengan Tanda Penuaan

Merokok dan minum minuman beralkohol dikenal sebagai faktor risiko pada beberapa penyakit, termasuk kanker dan penyakit jantung-pembuluh darah. Jika alkohol masih memiliki batas aman dalam konsumsinya, namun tidak untuk rokok; tidak ada batas aman untuk konsumsi rokok!

Banyaknya hasil riset yang menunjukkan bahwa rokok dan minuman beralkohol terbukti mempercepat proses perjalanan penyakit, membuat Anne Schou dan tim yang berasal dari National Insitute of Public Health, Denmark, berhipotesis jika alkohol dan rokok juga bisa mempercepat penuaan. Asumsi ini didasarkan pada korelasi antara penampilan wajah yang lebih tua dari yang seharusnya dengan kondisi kesehatan yang menurun.

Berdasarkan hipotesis tersebut, peneliti melakukan evaluasi tanda-tanda penuaan dini pada perokok dan peminum alkohol yang dibandingkan dengan bukan perokok dan bukan peminum Terdapat 4 tanda penuaan utama yang dievaluasi, meliputi lipatan telinga, xanthelasma (plak yang berwarna kuning jingga di kelopak mata), pola kebotakan (peneliti hanya menganalisis pola pada pria), dan cincin keabu-abuan pada lingkar kornea (arkus senilis).

Lipatan daun telinga dapat dilihat pada dua lokasi, yaitu pada anterior tragus,
Cincin berwarna putih abu di sekeliling kornea (bola mata yang berwarna gelap) adalah arkus senilis.
Xanthelasma adalah gumpalan lemak yang berwarna kuning-jingga di sekitar kelopak mata
Derajat kebotakan pada pria

Penelitian ini dapat digolongkan sebagai riset besar dalam jangka waktu yang panjang. Studi ini sudah dimulai sejak tahun 1976 lalu, ketika peserta berada pada usia 20an tahu, selanjutnya dilakukan evaluasi tiap dekadenya. Oleh karena panjangnya rentang studi ini, jumlah peserta yang awalnya 14223 orang, pada evaluasi akhir dekade ketiga, total peserta berkurang menjadi 6238. Penurunan jumlah peserta penelitian ini telah disiasati dengan melakukan analisis per dekadenya.

Berdasarkan hasil studi yang dilaporkan, secara umum merokok dan minum minuman beralkohol (jumlah besar) berhubungan dengan penuaan sel-sel dalam tubuh yang diukur dari pertumbuhan arkus senilis, lipatan daun telinga, dan xanthelasma. .

Arkus senilis menjadi tanda yang paling sering ditemui, baik pada laki-laki maupun perempuan. Secara signifikan, arkus senilis lebih cepat dan lebih jelas terdeteksi pada peserta yang mengkonsumsi alkohol dan rokok. Hal yang menarik adalah pada peserta yang hanya merokok atau hanya minum alkohol; semakin besar jumlah rokok yang dikonsumsi, semakin cepat terbentuknya arkus senilis; namun pada alkohol, hanya pada peminum berat (>21 botol per hari), arkus senilis ini lebih cepat terbentuk.

Lipatan pada daun telinga dan xanthelasma juga menjadi tanda yang mudah diamati. Meskipun temuan dari kedua tanda ini tidak sesering arkus senilis, namun, hubungan yang ditunjukkan dengan jumlah dan frekuensi dari merokok dan minum alkohol juga signifikan.

Sementara itu, analisis kuantitas rokok dan minuman alkohol yang dikonsumsi sama sekali tidak berpengaruh pada pola dan proses kebotakan. Hal ini kemungkinan terjadi karena ‘botak’ lebih dipengaruhi gen daripada faktor eksternal.

Penelitian ini menegaskan bahwa adanya hubungan yang kuat antara perokok dan peminum ‘berat’ dengan penampilan yang lebih tua dari yang seharusnya. Sementara, peminum alkohol dalam dosis ringan-sedang tidak menunjukkan hubungan yang jelas dengan tanda penuaan dini.

Tentunya riset ini banyak memiliki keterbatasan, salah satunya adalah kemungkinan misklarifikasi dari peserta pada saat melaporkan jumlah rokok atau minuman alkohol yang dikonsumsinya dan potensi kondisi lain yang juga dapat menyebabkan penuaan. Namun, jumlah peserta penelitian yang besar tentunya menguatkan hasil korelasi ini.

Sumber: Anne L Schou et al. Alcohol consumption, smoking and development of visible age-related signs: a prospective cohort studyJournal of Epidemiology & Community Health, November 2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s